UKM Fire Tetap Diadakan Saat Pandemi

Pengenalan Budaya Akademik (PBAK) IAIN Surakarta 2020 dilaksanakan selama empat hari, yaitu tanggal 23–26 September 2020. Pada hari terakhir, PBAK ditutup oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IAIN Surakarta yang menampilkan berbagai kegiatan dari masing-masing UKM. Sejumlah 18 UKM dan UKK (Unit Kegiatan Khusus) ikut andil dalam kegiatan tahunan ini.

UKM Fire tahun ini mengusung tema “Bondo, Bahu, Pikir Lek Perlu Sak Nyawane Pisan”. Kegiatan ini dilakukan secara virtual di Graha IAIN Surakarta melalui platform Zoom Meet dan streaming Youtube Channel DEMA IAIN Surakarta.

PBAK hari terakhir disimbolisasikan dengan serah terima bendera dari DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) IAIN Surakarta kepada Paguyuban UKM IAIN Surakarta yang diwakilkan oleh Nurul Ahmad selaku ketua DEMA IAIN Surakarta kepada Faruq ALkhurmain sebagai koordinator Paguyuban UKM IAIN Surakarta.

Nurul Ahmad dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf selaku perwakilan panitia PBAK apabila ada kesalahan dalam acara PBAK tahun ini. Ia juga menghimbau agar mahasiswa baru mengikuti organisasi sesuai passion masing-masing. 

Syamsul Bakri, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, menabuh gong sebagai simbol dibukanya UKM Fire ke-8 IAIN Surakarta. Dalam sambutannya, ia menyampaikan “Kuliah itu bukan hanya persoalan akademik, IPK, keilmuan, tapi juga persoalan bagaimana seorang mahasiswa bisa mandiri meningkatkan kualitas diri sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan yang sudah dimiliki sebelumnya.” (26/09)

Kegiatan ini diisi dengan menampilkan profil pengenalan UKM, baik melalui video maupun narasi yang disampaikan oleh perwakilan dari masing-masing UKM. Salah satu UKM yang unjuk gigi dengan penampilannya adalah UKM Teater Sirat. Mereka menampilkan teatrikal movement berupa pembacaan puisi dan teatrikalisasi. Dino sebagai perwakilan Teater Sirat menyampaikan bahwa makna yang terkandung dalam pertunjukan tersebut adalah suatu rotasi kehidupan yang divisualkan melalui gerakan setiap pemain layaknya akar yang tumbuh menjadi pohon hingga pohon itu mati, dan kembali menjadi sari pati tanah.

Selain penampilan dari setiap UKM, kegiatan ini juga menampilkan talk show seputar UKM dan UKK IAIN Surakarta yang diisi oleh Faruq Alkhurmain, Randi Abdurrahman, Anis Suryansah dan Miftahul Intifadah dan dimoderatori oleh Iqbal Bucharie. Mereka dipilih sebagai perwakilan dari beberapa jenis UKM, seperti olahraga outdoor, seni, UKK, serta kepenulisan dan broadcasting.

Ahmad Faruq Alkhurmain, selaku koordinator UKM menuturkan “Harapannya, untuk mahasiswa baru ke depannya semoga banyak yang mengikuti (UKM), tidak hanya secara quantity dan quality, totalitas tanpa batas dan juga seperti tema kali ini bondo, bahu, piker, lek perlu sak nyawane pisan.” (26/09)

Annisa Fadzila Mustakim salah satu mahasiswa baru program studi Pendidikan Bahasa Inggris memberikan tanggapannya saat diwawancarai Locus via Whatsapp bahwa acara UKM Fire ini menarik meskipun dilakukan secara virtual. Namun, ia menyayangkan saat memasuki waktu sholat acara tetap berlangsung, sedangkan peserta dilarang keluar platform. (26/09)

Reporter: Alfida, Denies, Faisal

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *