Pertolongan Pertama Mengatasi Gigitan Kucing

Sumber : Pinterest

Gigitan Kucing biasanya hanya menyebabkan luka kecil yang tidak memberikan bekas atau dampak yang cukup besar pada manusia. Namun jika gigitan terasa cukup dalam dan menimbulkan luka terbuka itu akan berbahaya karena akan banyak bakteri dan mikroba masuk ke dalam luka tersebut yang mengakibatkan infeksi. Gigitan kucing pada umumnya akan menimbulkan reaksi seperti perih, kemerahan, atau bengkak. Akan tetapi, jika kuman dan bakteri berhasil masuk, maka kemungkinan anda bisa terjangkit beberapa penyakit, seperti:

  • Tetanus
  • Infeksi bakteri Pasteurella multocida
  • Cat scratch fever (demam)
  • Rabies
  • Osteomyelitis
    Cat scratch fever dan tetanus pada umumnya disebabkan oleh bakteri dari air liur kucing dan reaksinya terbilang cukup cepat hanya berselang beberapa jam setelah tergigit. Berbeda dengan rabies yang membutuhkan waktu berminggu-minggu setelah tergigit, namun setelah itu akan menimbulkan reaksi yang cukup serius. Maka dari itu waspadailah gejala berikut jika tergigit kucing:
  • Keluar cairan dari luka
  • Timbul bengkak kemerahan pada luka
  • Area tergigit sulit digerakan
  • Mati rasa pada luka tergigit
  • Demam menggigil
  • Tubuh lemas
  • Susah bernafas
  • Nyeri otot dan sendi
    Atas dasar bahaya yang telah dijabarkan tersebut dan juga meningkatnya trend memelihara kucing di masyarakat, penting rasanya untuk mengetahui cara pertolongan pertama mengatasi gigitan kucing. Berikut langkah-langkah menangani luka gigitan kucing:
  1. Membersihkan luka
    Bersihkan luka dengan mencuci dengan sabun dan megaliri air selama beberapa menit guna menghilangkan bakteri yang menempel diluka gigitan.
  2. Mengolesi salep anti-biotik
    Setelah mengeringkan luka sebaiknya gunakan salep anti-biotik guna mencegah proses infeksi. Selain itu anda bisa menggunakan obat lain yang mengandung povidone iodine seperti obat merah.
  3. Jangan balut dengan plester
    Menurut American Family of Physician, luka akibat gigitan hewan sebaiknya tetap dibiarkan terbuka karena luka akan lebih beresiko terinfeksi bakteri jika dibalut dengan perban atau plester.
  4. Memantau kondisi luka
    Pada umumnya infeksi terjadi pada 24 sampai 46 jam setelah terluka oleh karena itu penting bagi anda untuk terus memantau perkembangan kondisi luka.
    Kapan perlu memeriksakan luka gigitan ke dokter?
    Pada ksus gigitan yang parah da perlu mendapatkan penanganan medis yang cepat untuk mencegah terjadinya komplikasi. Selain infeksi gigitan kucing yang kuat dan dalam bisa mengakibatkan kerusakan otot, ganguan syaraf, atau luka internal. Dilansir dari American College of Emergency Physicians luka harus mendapatkan pertolongan pertama dari tenaga medis atau dokter jika luka menunjukan tanda-tanda sebagai berikut:
  • Munculnya gejala infeksi seperti demam, bengkak, luka berair, dan nanah
  • Luka menyebabkan pendarahan luar yang sulit berhenti selama 15 menit
  • Gigitan menimbulkan luka yang dalam dan lebar
  • Nyeri pada kulit dan tulang
    Selain itu anda juga perlu mendapatkan bantuan medis jika terjadi kondisi seperti dibawah ini:
  • Kucing yang menggigit menunjukan tanda-tanda hewan terinfeksi rabies seperti tingkah laku yang agresif dan air liurnya berbusa
  • Anda tidak mendapatkan suntikan tetanus 5 tahun terakhir
  • Status vaksinasi rabies kucing yang menggigit tidak diketahui
  • Anda mempunyai penyakit diabetes, autoimun, atau gangguan darah yang menyebabkan luka sulit sembuh
    Biasanya dalam penanganan medis, dokter akan memberikan suntikan tetanus atau vaksin rabies guna mencegah infeksi lebih parah. Selain itu juga dokter akan memberikan anti-biotik untuk menangani luka yang terinfeksi agar luka bisa cepat sembuh.
    Penulis : M. Novianto

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *