Musyawarah Besar HMPS BKI, Ridwan: Akan Ada Konten-Konten Ngopi Bareng

Locus.or.id- Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) menggelar acara Musyawarah Besar (Mubes) serentak di kampus IAIN Surakarta pada tanggal 15 Februari 2021. Acara ini dilaksanakan untuk laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan pergantian ketua kepengurusan 2020 yang diikuti oleh beberapa tamu undangan.

”Yang diundang sudah tertera di draf Mubes. Bahwasannya yang diundang itu teman-teman delegasi dari Ormawa FUD, seperti HMPS lainnya, kemudian mahasiswa BKI dari delegasi masing-masing kelas, tentunya Wakil Dekan dan Dekan.” Ucap Nunuk Rizqiani selaku ketua HMPS tahun lalu.

Acara ini diikuti oleh beberapa jurusan diantaranya Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan Bimbingan Konseling Islam (BKI). Nunuk menambahkan bahwa persiapan untuk acara Mubes sudah dipersiapkan sejak Desember 2020, namun karena adanya kendala pandemi Covid-19 dan berlakunya aturan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari pemerintah membuat acara Mubes mundur dari timeline yang telah direncanakan.

Ia juga menjelaskan bahwa program kerja selama periode 2020 sekitar 95% terlaksana. Diantaranya Seminar Nasional dan Islamic Conseling Fair yang diadakan di Pondok Pesantren  Darul Muthola’ah, Sragen. Hanya dua program itu yang disebutkan Nunuk pada tim Locus, selebihnya telah tertulis dalam draf LPJ yang telah dibagikan kepada peserta sidang. Namun, ia tidak menghendaki LPJ-nya diakses oleh Locus dengan alasan bahwa hal tersebut adalah milik internal. Sedangkan terkait dana yang diperoleh untuk kegiatan HMPS BKI 2020 sendiri berasal dari kas, bantuan dari Fakultas, serta ada juga dana yang diambil dari sponsor kegiatan.

Selain laporan pertanggungjawaban, rangkaian acara setelahnya yaitu pemilihan ketua HMPS periode 2021. Dalam hal ini, kandidat ketua BKI ada dua orang yaitu Siti Hidayatun dan Ridwan Muhammad Wahid.

Selaku ketua HMPS BKI 2021, Ridwan Muhammad Wahid berharap ada beberapa program kerja yang dapat direalisasikan terkait pandemi yang mana lebih banyak menggunakan media sosial. Ia berencana akan ada konten-konten ngopi bareng, wawancara, atau pun podcast dengan Kaprodi, Sekprodi, dosen, serta mahasiswa BKI, maupun kampus lain.

Ia mengaku dari periode sebelumnya ada beberapa hal yang kurang, yaitu kurangnya support dari kepengurusan satu sama lain. Selain itu dirinya terpilih melalui proses musyawarah yang mana sang calon ketua diperkenankan untuk berkenalan dan memaparkan visi misinya dahulu. Kemudian barulah dilakukan musyawarah untuk mufakat.

Latifah selaku peserta forum mengaku bahwa acara tidak sesuai dengan yang dijadwalkan. “Acara berlangsung cukup tertib, semua berjalan dengan khidmat, para calon ketua juga menunjukkan keunggulannya masing-masing. Meskipun acaranya molor satu jam”, jelasnya.

Reporter : Dewi Mahanani, Alfida

Penulis : Dewi

Editor : Alfida

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *