Mbah Martinah Tetap Semangat walau Raga tak Sehat

SURAKARTA- Dengan tubuh rentanya Mbah Martinah telah 7 tahun berjualan es dawet di area jalan masuk Keraton Surakarta.

Mbah Martinah masih tekun mencari nafkah walaupun sudah berumur 62 tahun. Karena usia rentanya anak beliaulah yang biasanya kulakan bahan dawet nya di Pasar Gedhe. Jam 10 pagi beliau sudah siap dengan racikan dawetnya. Anak laki-lakinya lah yang senantiasa mengantarkan gerobak Mbah Martinah menuju tempat berjualan. Mbah Martinah tetap setia menunggu pembeli dawetnya sampai nanti jam 4 petang sang anak menjemputnya membantu mendorong gerobak pulang ke rumahnya di Kedunglumbu, Pasarkliwon yang tak jauh dari situ.

Sebelum berjualan dawet Mbah Martinah biasanya menjajakan gorengan di pasar klewer. Sudah genap 47 tahun di menjajakan gorengannya, Mbah Martinah terpaksa berhenti karena fisiknya yang tak kuat lagi. Mbah Martinah memang sudah divonis dokter mengidap penyakit syaraf dan yang terakhir ini adalah katarak. Beliau juga telah menjalani serangkaian operasi. Operasi terakhir beliau telah dijadwalkan pada tanggal 5 Desember nanti.

“Dulu itu saya jualan gorengan di pasar klewer. Tapi karena fisik saya sudah ndak kuat ya saya berhenti. Dari ujung paha sampai yang terakhir mata saya ini sakit mba. Semoga mata ini menjadi yang terakhir” Ujar Mba Martinah menjelaskan keadaanya.

Anaknya sudah kerap kali meminta Mbah Martinah untuk berhenti berjualan. Namun, Mbah Martinah tetap kukuh berjualan. Untuk mengisi waktu katanya, duduk diam dirumah membuatnya bosan. Semoga semangat Mbah Martinah dapat menginspirasi kita.

Penis: Riyantika

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *