LPM Dinamika Adakan Seminar Anak Muda Muslim Millenial

Sukoharjo-Lembaga Penelitian Mahasiswa Dinamika mengadakan Seminar nasional yang bertajuk “Dinamika Anak Muda Muslim Millenial Solo Raya”. Acara tersebut merupakan rangakaian kegiatan dalam rangka memperingati diesnatalis LPM Dinamika yang ke XVIII, acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini dihadiri oleh beberapa narasumber antara lain Narsum Najib Kailani, M.A,.Ph.D salah satu dosen pasca sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kemudian Yuyun Yunesti, G.D,Sos,.M.A. salah satu dosen Sosiologi UNS dan Nur Kafid, S.Th.I,.M.SC. dosen Fakultas Ushulidin dan Dakwah IAIN Surakarta.
Dengan bertempat di Gedung graha terlihat mahasiswa begitu antusias pasalnya hampir semua kursi terpenuhi, dalam seminar tersebut para pemateri menjelaskan tema khusus tentang fenomena-fenomena anak muda muslim era millennial. Yang disampaikan pada Senin (24/09).
“ Acara ini selain menjadi rangkaian acara hari jadi dinamika, sekaligus festival research kenapa temanya tentang anak muda muslim milenial Karen tema tersebut adalah tema besar penelitian dari anggota dinamika, kemudian LPM Dinamika mengadakan acara seminar tersebut agar mahasiswa IAIN tahu dinamika generasi milenial khususny yang ada di area Solo Raya” Ucap Raha Bistara selaku ketua Umum LPM Dinamika setelah acara usai.
Salah satu narasumber menjelaskan bahwa era sekarang kesalehan publik itu muncul dan semua itu dibuat oleh media, sehingga beberapa komunitas muncul seperti One Week One Jus (ODOJ), pejuang subuh, muslimah hijrah dan lain-lain, sehingga semua berbasis melalui media.
“Kalau dulu generasi saya berbasis tempat, asosiasi background, namun sekarang karena sudah ada media sehingga muncul lah komunitas baru yang tidak bergantung pada tempat, itulah hal yang mempengaruhi muslim milenial sekarang” Terang Najib salah satu pemateri yang juga dosen UIN Sunan Kalijaga.
Kemudian Yuyun selaku pemateri juga memaparkan hasil risetnya yang berkaitan dengan kaum muda muslim milenial, bahwasannya lima tahun terakhir ini mulai muncul trend niqob (atau orang-orang yang bercadar), orang-orang tersebut mulai bermunculan di ruang-ruang publik, sehingga ruang inilah yang kemudian menjadi tempat mereka dalam berekpresi.
“Melalui ruang public lain mereka bisa berekspresi yaitu ruang online, berbeda dengan publik nyata mereka akan lebih tertutup atau misterius” Ucap Yuyun saat menyampaikan materi seminar.
Sebagai materi penutup Nur Kafid yang juga dosen di IAIN Surakarta bepesan untuk santun bermedia.
“Kita harus dewasa dalam bermedia sosial, caranya harus santun dalam berliterasi, selama melakukan dengan cara yang santun maka tidak akan bermasalah” Ucap Nur Kafid

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *