INGAR BINGAR BINATANGISME

Pinterest

Pak Hobbes, pemilik Peternakan Minor, sudah mengunci pintu gerbang lahan peternakannya. Tetapi kerena mabuk berat, ia lupa menutup pintu setiap komplek hewan ternak sehingga hewan ternak seperti kuda, ayam, bebek, kambing, dan sapi bisa keluar masuk komplek kandang masing-masing. Tidak cukup sampai disitu, Pak Hobbes juga lupa mengikat dua singa kesayangannya yaitu Robert dan Zeno di pohon sukun. Kemudian Robert dan Zeno berniat untuk mengelilingi kompleks ternak lain. Niat tersebut tidak untuk memangsa ternak lain karena Peternakan Minor memiliki aturan “sesama binatang tidak boleh memusuhi binatang dan tidak boleh saling memangsa.”
Robert dan Zeno melakukan perjalanan pertamanya menuju komplek sapi dan kambing, mereka bertemu Otto dan Ozlo, sesepuh di komplek sapi dan kambing. Robert dan Zeno disambut dengan penuh hormat dan mereka saling bertegur sapa. Namun karena Robert berkeinginan untuk mengelilingi komplek lain, mereka tidak bisa berlama-lama. Robert dan Zeno berpamitan meninggalkan komplek mereka lalu Otto dan Ozlo memberikan susu terbaik miliknya sebagai ucapan terimakasih atas kunjungannya.
Selanjutnya Robert dan Zeno menuju komplek kuda. Sesampainya di komplek kuda ia melihat Alex, si kuda terkuat yang tengah jogging. Robert pun meninggalkan Zeno untuk menghampiri Alex dengan mengikutinya dari belakang. Alex menyadari ada yang menguntitnya, ia berbalik dan menjadi sangat senang karena yang dilihatnya adalah Robert, kawan lamanya. Alex menghampiri Robert dan mengajaknya untuk singgah di komplek para kuda, Robert pun menyetujuinya tetapi dengan satu syarat, “Aku akan singgah di komplekmu Alex, jika kau mampu mengalahkan kecepatanku.” Tanpa pikir panjang, Alex mengiyakan tawaran tersebut. Zeno yang baru datang didaulat sebagai juri perlombaan tersebut, setelah keduanya berbaris, Zeno memberikan aba-aba, “Satu… dua… tiga…” Robert dan Alex pun berlari mengitari lapangan kuda dengan kecepatan yang luar biasa, perlombaan berlangsung sengit namun akhirnya Robert lah yang memenangkan pertandingan. Dengan kesepakatan yang sebelumnya dibuat akhirnya Robert dan Zeno melanjutkan perjalanaan dan meninggalkan Alex.
Hari kian sore, Robert dan Zeno pun segera menuju komplek ayam. Sesampainya di komplek ayam, mereka bertemu dengan pasangan muda Bruno dan Siska yang sedang menunggu telur-telurnya karena sebentar lagi akan menetas. Karena tidak ingin mengganggu kebahagiaan mereka yang sesaat lagi akan mendapat gelar ayah dan ibu. Robert dan Zeno hanya berkunjung sejenak kemudian berpamitan untuk melanjutkan tujuan terakhirnya di komplek bebek.
Matahari kian tergelincir dari atas kepala, Robert dan Zeno mempercepat langkah menuju komplek terakhir, komplek bebek. Sesampainya disana mereka tidak melihat satupun kawanan bebek, maka mereka memutuskan untuk menerobos masuk ke komplek bebek. Semakin jauh ia melangkah, Zeno mendengar suara dari kandang dimana pertemuan bebek tengah dihelat, tanpa pikir panjang Zeno segera menuju pertemuan tersebut. Kala suara para bebek terdengar cukup jelas, Robert dan Zeno memutuskan berhenti dan mendengarkan dari luar kandang. Dari suara yang didengar, kawanan bebek berencana untuk mengusung salah satu anggotanya sebagai presiden di Peternakan Minor yang akan berlangsung dua hari lagi (mungkin pertemuan itu setara dengan rapat luring maupun daring). Ketika dirasa cukup, Robert dan Zeno pun bergegas meninggalkan komplek bebek untuk segara beristirahat di komplek milik mereka.
Keesokan harinya, Pak Hobbes datang untuk memberi sarapan semua hewan ternaknya dan ia terkejut mendapati ternaknya berlarian lepas di pekarangan komplek. Ia juga melihat singa kesayangannya tidak dalam kondisi terikat. Pak Hobbes menghitung setiap jumlah ternaknya dan bersyukur tidak ada yang dimakan oleh singa. Sejak kejadian itu, Pak Hobbes tidak lagi memasukan ternaknya di komplek masing-masing dan tidak pula mengikat singa kesayangannya. Pak Hobbes pun meninggalkan lahan peternakan.
Setelah pak Hobebes meninggalkan peternakan, Robert selaku presiden Peternakan Minor mengumpulkan anggotanya untuk mempersiapkan acara esok hari, acara yang sakral. Kala hari kian petang dan persiapan-persiapan teknis telah diselesaikan, Robert membubarkan semua anggota untuk kembali ke komplek masing-masing untuk segera beristirahat.
Mentari bersinar seperti pagi-pagi biasanya, Pak Hobbes datang memberikan sarapan seluruh hewan ternak dan segera meninggalkan lahan peternakannya lagi, seperti biasa. Sekeluarnya pak Hobbes, kawanan-kawanan hewan dari setiap perwakilan berkumpul untuk melaksanakan pemilihan presiden Peternakan Minor yang baru. Acara dibuka dan dipimpin oleh Cris dari komplek bebek sebagai moderator. Namun, Robert melihat forum tersebut tidak lagi menjadi forum yang sakral, karena Cris yang sebagai moderator baru saja kungkum di comberan dan mengotori forum, berbeda dengan kawanan hewan lainnya yang bersih bahkan kambing pun bersolek dan berbau wangi di dalam forum. Pun begitu, Robert tidak mempermasalahkan hal itu dan berharap semoga forum tidak kedatangan bebek lain yang baru kungkum.
Cris sebagai moderator mulai membahas tata tertib forum, awalnya pembahasan tata tertib berjalan lancar seperti pada umumnya, namun kondisi mulai memanas kala Andre (bebek dari peternakan sebelah) meneriakkan, “Seluruh hewan di luar Peternakan Minor berhak menyampaikan pendapat.” Mendengar hal itu Zeno menyampaikan, “Hewan yang bukan dari Peternakan Minor tidak berhak menyampaikan pendapat karena tidak tau apa yang ada di Peternakan Minor.” Ditengah panasnya perdebatan antara Andre dan Zeno, Cris secara sepihak mendukung Andre dan menyetujui pendapatnya.
Cris sebagai moderator dirasa tidak lagi bijaksana maka moderator segera digantikan, pergantian moderatorpun berlangsung cepat. Alex ditunjuk sebagai moderator, sedangkan Alex tidak pernah memimpin rapat maupun menjadi moderator sebelumnya, yang Alex tahu adalah cara bertempur di medan perang. Dengan berat hati dan sedikit stimulus dari Robert, akhirnya Alex bersedia menjadi moderator.
Alex yang dipercayai sebagai moderator baru segera melanjutkan acara sakral tersebut dengan percaya diri. Disela-sela pembahasan kriteria presiden Peternakan Minor, beberapa kawanan bebek datang untuk mengikuti acara, dari banyaknya kawanan tersebut, hanya lima bebek yang membawa bukti tugas Persatuan Hewan Nasional (PHN), yaitu: Andre, Boy, Cris, Hanna, dan Amel. Sedangkan kawanan bebek yang tidak bisa mengikuti acara berkumpul di halaman peternakan.
Alex melanjutkan pembahasan namun kala Cris baru hendak memulai pembahasan, Hanna meminta untuk acara ditunda. Hal ini tentu membuat Robert curiga kemudian Robert mencari informasi mengenai mereka dan mendapati ternyata mereka bukan bagian dari PHN. Padahal acara tersebut dihadiri oleh Presiden PHN yaitu David dari kalangan bebek, seharusnya David mengeluarkan mereka karena mereka memanipulasi surat tugas. Robert berfikir sesaat, “Mungkin karena mereka sesama bebek, jadi urusan apapun dilancarkan.” Robert tidak ingin mempermasalahkan surat tugas mereka dengan pertimbangan yang bijak.
Alek sebagai moderator tetap melanjutkan forum sekalipun Hanna tetap menyuarakan acara untuk ditunda. Saat sudah jatuh malam dan tubuh-tubuh mulai letih, saat yang ditunggu-tunggu tiba, pemilihan presiden Peternakan Minor. Sesegera mungkin Alex meminta ketiga calon yaitu Gray (komplek kuda), Zeno (komplek singa), dan Vidal (komplek bebek) maju kedepan untuk menyampaikan Visi dan Misi, menyanyikan lagu Binatangisme, dan hal-hal protokoler lain. Ketika proses validasi kriteria calon presiden Peternakan Minor telah sesuai dengan kriteria yang telah dibahas sebulumnya, Alex secara sebelah pihak mengeluarkan seluruh tamu yang bukan dari Peternakan Minor dan hanya keterwakilan dari komplek Minor saja yang tetap berada diruangan.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya seluruh kawanan lain diperbolehkan masuk untuk mengetahui siapa yang menjadi presiden Peternakan Minor. Setelah semua kawanan masuk, Alex yang sebagai moderator menobatkan Zeno sebagai presiden di Peternakan Minor yang menurutnya berdasarkan hasil kesepakatan forum. Acara pun ditutup.

SELESAI

Penulis : Tinta Emas (Kontributor)
Editor : Elsa Lailatul
Redpel Media Online : Nurul

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *