Green Zone: Ketika Jurnalis dan Tentara Melebur Menjadi Satu

Jurnalis? Tentara? Mana nyambung? Mana nyambung? Kalian pasti mikir gitu kan? Hayoloh ngaku? Jujur aja nggak papa. Ya udah dari pada gantung nunggu jawaban kalian, yuk kita bahas film ini.

Source : http://www.fansshare.com/gallery/photos/17023198/
http://www.fansshare.com/gallery/photos/17023198/

Green Zone, film besutan sutradara Paul Greengras ini bercerita tentang seorang Tentara Chief Roy Miller yang diperankan oleh Matt Damon yang sedang menyelidiki laporan keberadaan senjata pemusnah massal di Iraq. Intinya cuma itu doang? Yee jangan underastimate gitu makanya bahas dulu sampe akhir.

Langsung ke intinya, ya? Loh loh apa? Scene awal ya biasa kepanikan, ledakan, dll. Apa yang diarepin deh dari opening film perang? Kalo bukan intro soal pokok masalahnya ya baku tembak, ya hidup tenang sang main karakter, udah gitu doang. Kembali ke inti jurnalis dan tentara secara harfiah adalah dua elemen bertentangan. Satu ingin mewujudkan transparansi dan informasi kepada masyarakat satu lainnya akan melakukan apa pun untuk menjaga kestabilan negara bahkan dengan menahan informasi.

Dua elemen dalam satu karakter inilah yang membuat menarik film ini. Jika film perang biasanya akan menceritakan perjuangan tentara dalam memenangkan perang atau susah payah tentara dalam bertahan hidup dalam peperangan, maka berbeda dengan film ini. Selain menyajikan action yang cukup menarik, film ini juga menceritakan sisi detektif dan jurnalis si tokoh utama.

Sikap kritis dan kehati-hatian terlihat sekali dalam keseluruhan  film dan poin inilah yang akan kita bahas. Sejak awal film, sikap kritis Roy Miller sudah diperlihatkan setelah mengetahui kejanggalan yang ia dapati di lapangan. Ia terus menanyakan keakuratan sumber intel dalam sebuah briefing bahkan ia berani menyanggah atasannya. Hal ini membuatnya bertemu dengan Martin, seorang agen CIA yang menjadi pintu gerbang penyeledikannya.

Benar saja setelah bertemu dengan Martin, penyelidikanya menunjukan progress seperti memecahkan kode lokasi persembunyian Jendral Al-Rawi yang ia dapat saat melakukan penyergapan. Sikap kritisnya ini juga didukung dengan evidence-evidence yang ia cari dari interogasi, jurnal, dan pengakuan orang. Menariknya Miller ini dapat mengorek informasi dari seorang jurnalis profesional yang notabene menggeluti pekerjaan jurnalistik.

Namun sayang sekali setelah semua jerih payah yang ia lakukan harus sirna setelah penerjemah lokalnya menembak saksi kunci peristiwa ini. Pada akhirnya Miller menulis jurnal yang berisi kasus ini dengan beragam bukti yang ia dapat. Ya seperti itulah sedikit ulasan film Green zone. Sebenarnya banyak detail-detail yang harus dibahas lebih terperinci tapi karena keterbatasan yang ada, jadi saya cukupkan segini saja. Sisanya silahkan tonton filmnya sendiri di aplikasi streaming kesayangan kalian.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *