Genggap Gempita Pelantikan SEMA & DEMA IAIN Surakarta

Prosesi pelantikan SEMA & DEMA IAIN Surakarta 2018

Pasca pemilihan baik Sena Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekuif mahasisawa (DEMA) IAIN Surakarta, pada bula Desember lalu. Tepat pada pagi menjelang siang hari ini Rabu, 24 Januari 2018, dua oraganisasi tertinggi di tataran kampus tersebut mengadakan prosesi pelantikan yang di hadiri oleh Wakil Rektor III bagian Kemahasiswaan dan Kerjasama, sebab Rektor IAIN Surakarta yang di jadwalkan untuk melantik, ternyata berlahalangan hadir. Dan dalam acara tersebut dihadiri pula oleh Pembina baik SEMA maupun DEMA yaitu Manshur Efendi, S.H.I., M.Si. serta Nur Rohman, M. Hum.
Dalam pelantikan yang mengambil tema “Bergerak Bersama menuju Legislatif dan Eksekutif IAIN Surkarta yang Berintegritas”, dilakukan bebrapa prosesi acara antara lain, proses pelantikan dan sumpah pengurus. Ada hal menarik pada kepengurusan tahun ini, pasalnya tahun ini menjadi tahun yang bersejarah, dimana tonggak kepemimpinan organisasi tertinggi di tingkat mahasiswa IAIN Surakarta adalah seorang perempuan. yakni Sari Asih Guritno sebagai mandataris ketua DEMA 2018, serta Aditya Pratama sebagai mandataris ketua SEMA 2018.
Pada kesempatan penyampaian sambutan oleh ketua SEMA baru, ia menyampaikan bahwasannya periode kedepan SEMA sebagai wadah aspirasi mahasiswa, akan tetap menjalankan Tupoksinya, serta berkomitmen untuk mendahulukan kepentingan mahasiswa dari pada kepentingan pribadi. Sehingga di harapkan mampu mewarnai SEMA untuk membawa perubahan di kampus IAIN Surakarta.
“Ini adalah kali pertama jabatan ketua DEMA IAIN Surakarta di pangku oleh seorang perempuan, maka dari itu dengan nama Kabinet Persatuan, menjadi langkah bersama untuk mengantarkan DEMA kedepan yang lebih bersinergis dan harmonis, sehingga jargon yang di pakai adalah ‘IAIN Sinergis IAIN harmonis’.” Ucap ketua DEMA saat sambutan berlangsung.
Dalam kesempatan yang sama pula Warek III juga berpesan, bahwa spirit bergerak adalah spirit mahasiswa untuk membawa perubahan, maka jadikan SEMA maupun DEMA sebagai kawah candra dimuka yaitu tempat untuk belajar, oleh sebab itu maksimalkan kesempatan untuk berproses dan membawa perubahan.
Setelah sesi acara hampir usai, di tampilkan terlebih dahulu sebuah hiburan dari UKM Sentra tari IAIN Surakarta.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *