Dystophia, Penyampaian Kritik dalam Masyarakat Melalui Karya Seni

Penghujung tahun 2020 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Rupa dan Desain (SRD) menggelar pamerana karya seni 2D Buka Rupa.


Pameran ini resmi dibuka dengan ditandai pemotongan pita oleh koordinator paguyuban UKM, Faruq Al-Khurmain. Acara yang bertempat di Graha IAIN Surakarta, digelar tiga hari berturut-turut 10-12 Desember 2020.


Buka Rupa mengusung tema Dystophia, secara garis besar memiliki arti kekacauan atau kerusakan. Makna yang disampaikan didalamnya yaitu memunculkan kritik masyarakat tentang ‘kerusakan’ melalui karya-karya dari kacamata para seniman.

Sebanyak 62 lukisan terdiri dari berbagai ukuran dan penggunaan material yang berbeda-beda namun tetap memiliki benang merah kekacauan atau kerusakan. Pameran ini membuka cakrawala baru dalam melihat realita permasalahan yang diakibatkan perbuatan kita sehari-hari.

Lukisan dengan cat berwarna merah seakan menggambarkan alam yang sedang marah karena keserakahan manusia. Penebangan hutan guna perluasan lahan, laut yang dipenuhi sampah seakan-akan alam tak mau kalah, dan sekarang waktunya ia melawan.

Gambar yang menceritakan kelalaian kita dalam pencemaran lingkungan. Manusia menjadi Dalang dari semua ini, seperti kebiasaan kita membuang sampah sembarangan, tidak adanya pengelolaan sampah dengan bijak mengakibatkan kita dapat dengan mudah melihat sampah dimana-mana. Tentu saja ini adalah warisan yang akan diturunkan untuk generasi yang akan datang, sialnya bukan manusia saja yang merasakan, hewan dan tumbuhan tak ketinggalan.

Lukisan ini menggambarkan bahwa masyarakat adat sangat terancam kehidupannya, perluasan kebun sawit, pembangunan yang mengakibatkan tergusurnya dari tempat tinggal atau asal mereka sendiri yaitu hutan.

Lukisan yang memberi pesan bahwa Tuhan menciptakan beragam makhluk yang harus senantiasa berkesinambungan, menjaga ekosistem lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pembabatan hutan sedang berlangsung hingga sekarang menunjukan manusia adalah makhluk yang rakus, alam hanya bisa berbisik tak berdaya untuk bisa kembali seperti semula.

Lukisan yang mengambarkan pemuda yang diharapkan menjadi pemimpin kelak malah menjadi sumber kehancur yang tidak terduga sebelumnya. Pemilihan Alien atau makhluk asing yang biasanya digambarkan sebagai perusak bumi dan isinya. Alien disini bisa melambangkan pejabat yang biasanya datang dari luar golongan masyarakat (makhluk asing) mengatasnamakan masyarakat lalu membuat kerusakan.


Penulis : Redaksi

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *