Dosen Amerika Isi Public Lecture di IAIN Surakarta

suasana public lecture dengan narasumber dosen dari Amerika

Sukoharjo-Pagi hingga suang tadi akademisi dari kampus Nutre Dame University, USA. Mengisi kajian ilmiah berupa Public Lecture, yang diadakan oleh Akademik IAIN Surakarta berkerjasama dengan Dinika pada Kamis (22/03).
Acara yang diadakan di ruang aula gedung rektorat lantai tiga ini, mengambil sebuah tema Islam Revisionis : Melihat Kembali Sejarah Islam, narasumber dalam acara tersebut ialah Mun’in Sirry, Ph.D dari departemen of theology, Nutre Dame University, USA. Seorang kelahiran Madura yang mampu berkarir di dunia barat menjadi akademisi di Universitas Negara adidaya Amerika.
Dalam public lecture tersebut peserta yang mayoritas mahasiswa terlihat memenuhi kuota yang disediakan, sehingga kursi yang ditata oleh panitia semua terpenuhi. Tak Cuma mahasiswa beberpa dosenpun terlihat ikut berparispasi pula dalam acara tersebut.
Kajian yang dibawakan oleh narasumber begitu luar biasa dan menjadi wawasan baru, pasalnya dalam pemaparan materi banyak sekali fakta-fakta menarik yang diberikan terkait kajian agama, khususnya agama Islam, seperti pemahaman islam historis dan islam teologis. Dua hal tersebut merupakan suatu yang berbeda, dimana islam historis berkembang secara gradual, sedangkan islam teologis sudah lengkap sebagai agama (full fledged religion) sejak zaman nabi.
“ Acara public lecture ini sangat bagus sekali, khasanah keilmuan saya menjadi bertambah, dan banyak fakta baru yang bisa saya peroleh, intinya acara seperti ini harusnya digandrungi oleh mahasiswa karena sayang sekali jika sampai terlewatkan, apalagi narasumber yang didatangkan merupakan orang-orang hebat dan luar biasa dari segi akademisnya. Harapannya acara seperti ini dapat diadakan kembali”. Terang Iffah Mahirotun nisa salah satu mahasiswi jurusan PBI semester 6, saat usai acara.
Acara yang diinisiasi oleh Akademik dan dinika ini direncakan akan diadakan secara rutin, seperti keterangan salah satu dosen, Ahmad Khafid mengatakan acara serupa akan diadakan kembali pada bulan April mendatang, tentunya dengan tema dan pembicara yang berbeda pula. (NM)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *