Diskusi Laut Bercerita, Yudhi Herwibowo: Saya Bersyukur Novel Ini Muncul

Unit kegiatan mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Locus menggelar acara bertajuk “Bedah buku dan Diskusi Publik Novel Laut Bercerita, Rabu (9/5). Acara yang dihadiri 200 peserta dari dalam dan luar kampus ini berlangsung di Graha IAIN Surakarta.

Acara dihadiri langsung oleh penulis novel Laut Bercerita, Leila S. Chudori.  Penulis Yudhi Herwibawa dan Setyaningsih juga turut hadir dalam acara ini.

“10 tahun terakhir masalah reformasi mulai tidak terdengar lagi. Pemberitaan dan karya-karya seperti novel berbau reformasi setau saya tidak ada lagi. Saya bersyukur novel Laut Bercerita muncul,” ungkap Yudhi.

Yudhi mengakui, ada 2 hal yang tak terselesaikan dalam reformasi, kisah pemerkosaan wanita Tionghoa dan kisah 13 mahasiswa yang hilang.

“Tema kematian hanya mengundang tiga hal penasaran yakni kesedihan, kemuraman dan kekalahan,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga bercerita kilas balik aktivis dekat kos yang kegiatan rutinnya memunculkan stigma negatif. Perspektifnya soal aktivis diubah lewat hadirnya sosok Biru Laut.

Tak hanya bicara soal  kehidupan para aktivis jaman dulu, ia juga membahas kisah asmara yang ada dalam novel. “Karena keseluruhan narasi yang muram, kisah cinta Anjani dan Biru menjadi semacam oase di padang pasir.” Tandasnya. (RA.Sinaga)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *