Dinamika PBAK Online

PBAK tahun 2020 IAIN SURAKARTA diadakan secara online dengan tema “Menebar Damai dengan Kearifan Islam, Memperkuat Kesatuan, Merawat Keberagaman, IAIN bisa Indonesia Jaya” yang berlangsung selama empat hari, 23-26 September 2020.

Meskipun berbasis online, PBAK tahun ini mendatangkan panitia, 160 Mentor Pendamping (MP), dan beberapa Organisasi Mahasiswa (Ormawa) untuk menyambut mahasiswa baru. Sebanyak 60 mahasiswa pendamping bertempat di Graha IAIN Surakarta dan 90 lainnya bertempat di gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang dibagi dalam lima ruangan.

Sebelumnya, PBAK 2020 direncanakan untuk offline dengan cara mendatangkan 50 mahasiswa baru setiap harinya, selama delapan hari yang didatangkan secara berkloter setiap fakultas. Namun, karena beberapa penyebab, hal tersebut tidak jadi dilaksanakan.

Iskandar sebagai ketua panitia mengatakan bahwa hal tersebut tidak bisa dilaksanakan mengingat Sukoharjo sendiri merupakan zona merah. Sedangkan, menurut peraturan dari Dinas Kesehatan dan Dirjen Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) yang diperbolehlan untuk melakukan perkumpulan hanyalah daerah dalam kriteria zona hijau.

Maka dari itu, PBAK tahun ini diadakan secara online dengan jumlah total mahasiswa baru sebanyak 4.141 mahasiswa yang dibagi menjadi 129 kelompok. Yang terdiri dari 799 mahasiswa Fakultas Adab dan Bahasa (FAB), 654 mahasiswa Fakultas Syariah (FASYA), 1.138 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam(FEBI), 709 mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah (FIT), dan 841 mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD).

Setiap mahasiswa baik yang bisa mengikuti Zoom Meeting atau tidak, diwajibkan untuk membuat beberapa tugas, seperti mengunggah Twibbon, membuat video tentang protokol kesehatan, esai tentang materi-materi yang disampaikan selama PBAK berlangsung dan video kreatif mengenai alasan mengapa memilih kampus IAIN Surakarta.

Semua mahasiswa diwajibkan mengikuti PBAK ini melalui aplikasi Zoom Meeting maupun Streaming Youtube. Namun, berdasarkan keterangan Iskandar ada beberapa mahasiswa dari Indonesia Tengah seperti Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur yang tidak bisa mengikuti PBAK dikarenakan koneksi internet dan listrik yang tidak memadai. ”Kita sediakan zoom bagi yang bisa, dan nanti bagi yang tidak bisa akan kita streamingkan. Nanti bisa ditonton di Youtube. ” Ungkap Iskandar Ketua Panitia PBAK 2020. Namun, beberapa jam setelah hari pertama PBAK berlangsung video tersebut tidak bisa diakses kembali hingga berita ini rilis.

Ada juga mahasiswa PBAK yang mengungkapkan keluhannya mengenai PBAK online, salah satunya Yuni Santika Ainina mahasiswa baru program studi Perbankan Syariah. “Banyak kendalanya sih. Kadang ada suaranya kadang enggak. Videonya juga kadang gak jalan. Mahasiswanya juga gak dikasih tahu tentang susunan acaranya.” Jelasnya. Sedangkan Iskandar mengatakan ”Untuk keperluan anggaran kali ini yang paling besar itu dari kerjasama dengan video shooting  Seroja Solo.” (23/09)

Menurut keterangan Kholifia mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, selaku MP. Kelompoknya terdiri dari 26 mahasiswa, namun ada kurang lebih tiga orang dari Kalimantan Timur yang tidak ikut karena koneksi internetnya kurang mendukung. Menurutnya, PBAK tahun ini sudah baik. Sudah memberikan yang terbaik bagi semua mahasiswa baru.

Penulis: Munawar, Alfida, Faisal

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *