Aku Bukan Pendosa

Awan sedang berjalan memadukan dirinya dengan kawan kawan
Sedikit demi sedikit putih dari awan menghilang hitam pun datang
Langit yang awalnya biru dan padang menjadi gelap dan tak bersahabat
Setetes air membasahi tubuh ini dikala rinai hujan baru saja terjadi
Sepi, sunyi hanya ada aku, dan gemuruh petir yang bersahutan
Menjelma seperti orang yang kesepian
Tangis dari awan tak cukup membasahi tubuh yang penuh noda ini

Tuhan………
Tangisku pecah ditengah suara petir yang menghantam
Mengapa kau tak ambil saja nyawa ini tuk pulang
Mengapa kau tak kembalikan ragaku ke alam
Kini aku sendirian, menjelma sebagai manusia tanpa nyawa yang berjalan
Sepi sunyi ketika hidup dalam bayang dengan kesendirian.
Tanpa adanya pengenalan.

Aku……
Menjelma sebagai sosok yang berdosa dan menjadi pendusta di negeri orang
Tapi, aku sekarang tak sendiri ada seseorang yang bisa melihat kehadiranku di sini
Menemaniku dalam sepi……

Tapi mereka……..
Mereka ……….memperlakukan dia sama seperti ku dulu
Mereka menginjak harga dirinnya hingga aku tak terima
Aku memang pendosa tapi bukan aku yang membuatnya tak berdaya

Penulis : Nia Zahrotu Nisa Rahmat

Redpel : Nurul Fatimah

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *