6 Fakta Menarik Tentang Novel Laut Bercerita

 

  1. Leila S. Chudori sebetulnya ingin menulis cerita dengan sudut pandang Laut dan ibunya

Pada saat membaca daftar isi laut bercerita, kita tahu bahwa ada dua sisi yang dibahas, Biru Laut dan Asmara Jati. Tapi tahukah kalian jika pada awalnya penulis ingin menulis dari sudut pandang ibu Biru Laut?

“Susah sekali karena terlalu sedih. Saya sendiri ngga kuat nulisnya. Dan saya butuh sosok anggota keluarga tegar yang menjadi tiang,” ungkapnya saat acara Bedah Buku dan Diskusi Publik Laut Bercerita.

Lalu dipilih sosok seorang adik yang tegar dalam menghadapi kondisi orang tuanya yang terus-menerus bersedih.

 

  1. Cerita soal piring itu kisah nyata, terjadi di salah satu keluarga aktivis

Ingatkah kalian pada cerita bagian piring Biru Laut yang tetap tersusun rapi dan bersih di meja makan padahal kehadirannya di dunia saja sudah samar-samar? Ternyata cerita itu berdasarkan kisah nyata dari salah satu keluarga aktivis yang anaknya tidak kembali sampai saat ini.

 

  1. 3 tokoh perempuan tidak murni fiksi, 1 sosok diantaranya terinspirasi mahasiswi Solo

Sosok Kinan yang digambarkan sebagai perempuan tangguh dan idealis pemimpin Winatra itu ternyata terinsipirasi dari mahasiswi asal Solo yang berkuliah di UGM, Lilik. Penulis menyebutkan namanya di halaman  terimakasih.

 

  1. Investigasi KontraS di Pulau Seribu mengilhami penulis memberi nama tokoh “Biru Laut”

Kawan-kawan bekas KontraS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) yang bekerja di Tempo bercerita bahwa KontraS pernah melakukan investigasi ke Pulau Seribu dan menemukan tulang belulang.

“Ini yang bikin saya harus memberi nama tokoh utama ada unsur-unsur laut.”

 

  1. Tokoh Biru Laut yang pendiam terinspirasi dari Nezar yang juga pendiam dan pemalu

Jika biasanya aktivis digambarkan dengan pola sikap yang supel dan banyak bicara, maka lain halnya dengan penggambaran tokoh Biru Laut yang pendiam. Nezar adalah korban penculikan yang kembali.

“Aktivis itu sama kaya kita semua. Saya maunya yang pendiam tapi cerdas dalam menulis.”

 

  1. Penggalan puisi “Matilah engkau mati, engkau akan lahir berkali-kali” adalah puisi kado ulang tahun

Puisi yang menjadi “ciri khas” sosok Gala itu takkan kau temukan di google atau buku-buku puisi. Mau tahu kenapa? Karena puisi itu adalah penggalan puisi hadiah ulang tahun dari penyairnya (Soetardji Calzoum Bachri) untuk penulis Laut Bercerita (Leila S. Chudori).

 

(RA.Sinaga)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *